Pengajian Keputrian LDII Polman: Menjaga Marwah Perempuan dan Semangat Kebersamaan Remaja
Polewali Mandar (30/8). Sekitar 100 remaja putri dari Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dan Majene berkumpul dalam agenda tahunan Pengajian Keputrian LDII yang diselenggarakan pada Minggu pagi (24/8) di aula lantai 2 Pondok Pesantren Miftaahul Huda, Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.
Peserta yang hadir berasal dari kalangan usia kelas 6 SD hingga pra-nikah. Kegiatan ini menjadi ajang edukasi dan pembinaan remaja putri LDII dalam menjaga nilai-nilai syar’i dan memperkuat kebersamaan remaja.
Dalam sesi materi pertama, Mutmainnah, yang merupakan pengurus keputrian PPG (Penggerak Pembina Generus) menekankan pentingnya menjaga marwah seorang perempuan. Ia menyampaikan bahwa perempuan memiliki tanggung jawab untuk menjaga diri dalam bergaul, berpakaian secara syar’i, dan menjauhi perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama.
“Kita sebagai perempuan harus mampu menjaga marwah diri kita. Tidak hanya dalam pergaulan, tetapi juga dalam berpakaian dan menjaga kesucian diri. Itu bagian dari menjaga harga diri kita sebagai muslimah,” ujar Mutmainnah dalam penyampaian materinya.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Intan yang membawakan materi seputar tata cara berpakaian sesuai syariat Islam. Ia menyoroti tren hijab masa kini yang kerap mengesampingkan esensi syar’i.
“Tidak salah mengikuti model hijab yang beragam, asalkan tetap memenuhi syariat, menutup dada, tidak menerawang, dan tidak berlebihan. Hijab bukan hanya tren, tapi identitas dan ketaatan,” jelas Intan.
Yang membuat pengajian tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah adanya sesi games interaktif yang dipandu oleh Shelin. Dengan konsep “belajar sambil bermain”, seluruh peserta terlibat aktif dalam permainan yang interaktif.
“Games kali ini dibuat agar peserta bisa belajar sambil bermain. Kami ingin mereka tidak hanya mendapat ilmu, tapi juga menikmati kebersamaan, melatih kekompakan, dan memperluas pertemanan,” ungkap Shelin.
Sebagai agenda tahunan, pengajian ini telah rutin diselenggarakan beberapa tahun terakhir. Namun ke depannya, panitia berharap kegiatan serupa dapat diadakan lebih dari satu kali dalam setahun untuk memberikan pembinaan yang lebih berkelanjutan kepada remaja putri LDII.