Warta LDII Sulbar

Sarasehan Nasionalisme dan Peran Dakwah LDII Perkuat Sinergi Ormas dan Lintas Sektor di Pasangkayu

Pasangkayu (29/1). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pasangkayu menggelar sarasehan bertajuk “Nasionalisme serta Peran Dakwah LDII untuk Masyarakat” pada Rabu (28/1), bertepatan dengan 9 Sya’ban 1447 Hijriah, bertempat di Dapur Tandjoeng Pasangkayu. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

Sarasehan menghadirkan cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU), Ahmad Ali, sebagai narasumber utama dan didampingi oleh Dwi Pramono dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua DPD LDII Kabupaten Pasangkayu, Lukman Efendi. Ia menyampaikan delapan Program Prioritas Jangka Panjang LDII hasil Rakernas LDII 2018 yang meliputi bidang wawasan kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi, kesehatan, pertanian dan lingkungan hidup, pengembangan teknologi 4.0, serta energi baru terbarukan. Menurutnya, seluruh program tersebut dijalankan sejalan dengan nilai Pancasila, UUD 1945, dan semangat persatuan bangsa.

Acara tersebut dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Pasangkayu, Polres Pasangkayu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, serta organisasi keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Pengurus Daerah DDI, dan DPD Wahdah Islamiyah, bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Sekretaris PCNU Kabupaten Pasangkayu sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Toriqul Ulum, Malik, mengapresiasi perkembangan LDII di bawah kepemimpinan Lukman Efendi yang dinilainya semakin inklusif. Ia menyebut hal itu terlihat dari kehadiran pengurus LDII dalam berbagai kegiatan bersama NU, seperti istighosah dan penyantunan anak yatim yang rutin dilaksanakan setiap 10 Muharram.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Pasangkayu, Jabbarudin Rowar, menilai LDII sebagai salah satu organisasi yang aktif dalam kegiatan pengajian dan dakwah. Ia juga mengapresiasi kedisiplinan dan kebersihan yang menjadi ciri kegiatan LDII, serta berharap praktik baik tersebut dapat dicontoh oleh organisasi kemasyarakatan lainnya.

Dalam sesi dialog, Ahmad Ali menjelaskan bahwa kebiasaan menjaga kebersihan masjid merupakan bagian dari upaya menjaga kesucian dan kekhusyukan ibadah. Ia juga menyampaikan bahwa praktik pelaksanaan salat Jumat di lingkungan LDII sesuai dengan salah satu pendapat dalam mazhab fikih, termasuk penggunaan bahasa Arab dalam khutbah dan kesatuan peran imam dan khatib.

Ia menambahkan bahwa yang perlu diperhatikan adalah perubahan positif LDII pada masa sekarang yang semakin menunjukkan keterbukaan dan sikap inklusif dalam kehidupan bermasyarakat. Meski masih terdapat tantangan di beberapa wilayah, menurutnya hal itu menjadi bahan evaluasi bagi pengurus setempat untuk terus meningkatkan kinerja organisasi sejalan dengan semangat kebangsaan dan ukhuwah.

Pada sesi penutup, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu, Muhammad Hatta, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan sarasehan tersebut. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama membuka ruang dialog dan kerja sama seluas-luasnya dengan seluruh organisasi kemasyarakatan dan keagamaan demi memperkuat kerukunan umat.

Melalui sarasehan ini, DPD LDII Kabupaten Pasangkayu menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat nasionalisme, moderasi beragama, serta mewujudkan kehidupan masyarakat Pasangkayu yang rukun, damai, dan harmonis.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama serta penyerahan buku Nilai-Nilai Kebajikan Jamaah LDII, Majalah Nuansa, dan kalender tahun 2026 kepada seluruh undangan yang hadir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *