Warta LDII Sulbar

Dialog Santai LDII dan FKUB di Mamuju: Peran LDII dalam Memperkuat Nasionalisme Islam dan Mendorong Kerukunan Umat

Mamuju (31/1). Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus dosen Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, Dr. Ahmad Ali MD, M.A bertemu dengan Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Barat, Dr. Nur Salim Ismail, M.Si dalam sebuah pertemuan informal di Kopi Kulo, Mamuju, Jumat (30/1/2026).

Pertemuan informal tersebut turut dihadiri Ketua DPW LDII Sulawesi Barat, Rianto, S.Pd.I, Ketua DPD LDII Mamuju, H. Bambang Cahyadi, S.T.M.Si, serta Dr. Dwi Pramono Lc, M.S.I dari Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII. Pertemuan ini dimanfaatkan sebagai ruang dialog untuk membahas kontribusi LDII dalam menjaga persatuan bangsa serta memperkuat nasionalisme dalam perspektif Islam.

Ahmad Ali MD, yang tengah melakukan riset penulisan buku berjudul “Nasionalisme dan Peran Dakwah LDII di Indonesia”, menggali pandangan FKUB terkait keterlibatan aktif LDII dalam mendukung program-program pemerintah serta keikutsertaannya dalam forum-forum kerukunan umat beragama.

“Bagaimana pandangan FKUB tentang keterlibatan aktif LDII dalam mendukung program pemerintah serta keaktifan dalam forum kerukunan umat beragama?” tanya Ahmad Ali.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris FKUB Sulawesi Barat, Nur Salim Ismail, menyampaikan bahwa hubungan LDII dengan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, secara umum terjalin dengan baik, meskipun terdapat dinamika internal dan variasi di tingkat daerah.

“Secara umum hubungan LDII dengan ormas-ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah cukup baik. Memang ada dinamika internal dan perbedaan kondisi di daerah, tetapi komunikasi tetap berjalan,” ujar Nur Salim.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini unsur LDII belum secara formal tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Namun demikian, telah ada upaya dan diskusi terkait kemungkinan keterwakilan serta keikutsertaan LDII dalam forum tersebut.

“Sampai sekarang LDII memang belum secara formal masuk ke FKUB, tetapi sudah ada pembicaraan dan diskusi terkait representasi serta peluang keikutsertaannya ke depan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nur Salim menambahkan bahwa keterlibatan LDII di Majelis Ulama Indonesia (MUI) dinilai cukup aktif, khususnya melalui komisi pendidikan dan kaderisasi serta pemberdayaan ekonomi umat.

“Di MUI, LDII cukup aktif berkontribusi, terutama melalui komisi pendidikan dan kaderisasi serta pemberdayaan ekonomi umat. Ini menunjukkan peran LDII dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan kemandirian umat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Sulawesi Barat, Rianto, menegaskan komitmen LDII untuk terus memperkuat kerja sama dengan FKUB dan berbagai elemen masyarakat dalam membangun kerukunan umat beragama dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

“LDII ingin berperan aktif dalam membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Ahmad Ali MD menambahkan bahwa LDII memiliki peran strategis dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945, terutama melalui pendidikan, dakwah, serta keterlibatan langsung dalam forum-forum kerukunan umat beragama sebagai jembatan antarumat dan lintas organisasi. Ia juga berharap hasil riset yang sedang dilakukannya dapat ditindaklanjuti dalam bentuk rekomendasi, baik untuk internal organisasi maupun pihak eksternal, sehingga dapat memperkuat kontribusi LDII dalam kehidupan kebangsaan serta memberikan masukan yang konstruktif bagi pembangunan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

Pertemuan informal tersebut diakhiri dengan diskusi santai mengenai pentingnya sinergi antar organisasi kemasyarakatan Islam dan lembaga keagamaan dalam menjaga persatuan bangsa. Ahmad Ali MD berharap hasil riset yang sedang ia lakukan dapat menjadi referensi akademik yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *