LDII Hadiri Rakor MUI Pasangkayu, Siap Dukung Penetapan Awal Puasa
Pasangkayu (17/2). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pasangkayu menghadiri rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasangkayu. Kegiatan tersebut berlangsung di Kompleks DDI Pasangkayu, Selasa (17/2). Rapat koordinasi ini digelar dalam rangka menyikapi penetapan awal Ramadan sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan dan instansi terkait di Kabupaten Pasangkayu menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Dalam rapat tersebut, pimpinan sidang yang juga Ketua MUI Kabupaten Pasangkayu, Maslim Halimin, menyampaikan bahwa penetapan awal puasa Ramadan menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar oleh pemerintah pusat. Namun demikian, ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah Pusat telah menetapkan lebih awal bahwa esok hari sudah mulai berpuasa Ramadan.Maslim Halimin juga menegaskan kepada para dai dan penceramah agar dalam menyampaikan ceramah selama Ramadan dapat menghadirkan pesan-pesan yang menyejukkan serta tidak bersifat provokatif. Ia mengimbau apabila terjadi perbedaan dalam penetapan awal Ramadan, seluruh umat Islam diharapkan dapat saling menghargai dan menjaga persatuan.

Dari unsur keamanan, perwakilan Binmas Polres Pasangkayu menyatakan kesiapan pihak kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan. Pengamanan akan dilakukan dengan menurunkan personel di masjid-masjid guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan kondusif.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu menyampaikan bahwa momentum bulan puasa hendaknya dimanfaatkan sebagai sarana syiar agama dan peningkatan kualitas keimanan masyarakat. Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di tengah umat.

Pada kesempatan yang sama, Bidang Dakwah DPD LDII Pasangkayu, Ustaz Suratno, menyatakan sependapat bahwa penetapan awal puasa sebaiknya mengikuti hasil sidang isbat pemerintah. Ia juga mendukung imbauan agar warung makan tidak membuka usaha secara terang-terangan pada siang hari sebagai bentuk penghormatan kepada umat Islam yang berpuasa.
Pengurus MUI Pasangkayu, Eka Heri Suista, mengusulkan agar program MBG dibagikan menjelang waktu berbuka puasa, yang kemudian ditanggapi Ketua MUI agar, jika memungkinkan, bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang. Selain itu, Utusan Muhammadiyah menyampaikan bahwa malam itu telah dimulai salat tarawih dan esok hari memasuki 1 Ramadan.
Dengan adanya rapat koordinasi tersebut, diharapkan terbangun kesepahaman dan sinergi yang kuat antara unsur ulama, organisasi kemasyarakatan Islam, aparat keamanan, serta instansi pemerintah di Kabupaten Pasangkayu dalam menyambut bulan suci Ramadan. Forum ini menjadi wadah untuk menyatukan persepsi terkait penetapan awal puasa, menjaga kondusivitas daerah, serta memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan suasana ibadah yang aman, tertib, dan penuh toleransi. Melalui koordinasi yang baik, seluruh pihak sepakat untuk mengedepankan sikap saling menghargai apabila terdapat perbedaan penetapan awal Ramadan, serta bersama-sama mendorong umat Islam agar menjalankan ibadah dengan khusyuk dan penuh kedamaian.

Lancar barokah