Warta LDII Sulbar

Kemah Perdana Generus Usia Mandiri: Mengukir Kenangan, Menjemput Masa Depan di Alam Papandangan

Polewali Mandar (31/8). Di tengah hijaunya pepohonan dan sejuknya udara kawasan wisata alam Papandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), puluhan pemuda-pemudi berkumpul dalam sebuah momen langka dan bermakna: Membina Generasi Muda Dalam Suasana Alam Terbuka, yang digelar pada Jumat – Sabtu, 15-16 Agustus 2025.

Acara ini diikuti oleh kurang lebih 60 peserta baik putra maupun putri yang berusia 18 tahun ke atas, ditambah sekitar 20 orang dari kepengurusan panitia, sehingga total peserta mencapai sekitar 80 orang. Mereka bukan hanya menikmati keindahan alam, tapi juga membangun ikatan, menumbuhkan nilai-nilai, dan mempersiapkan diri menuju kehidupan dewasa yang penuh tanggung jawab.

Acara ini dibuka oleh Riski Angga Yanuar, Ketua Panitia sekaligus Ketua Muda Mudi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan peserta dalam mengikuti kegiatan ini.

“Kami sadar, mungkin masih banyak hal yang belum sempurna. Tapi semua ini kami lakukan dengan penuh semangat dan keikhlasan. Kekurangan hari ini, akan jadi pelajaran berharga untuk kegiatan ke depan,” ungkap Angga.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan selama kamping berlangsung, “Tiba dalam keadaan bersih, pulangnya dalam keadaan bersih”, ujarnya.

Perwakilan dari Anggota Sentra Komunikasi ( Senkom ) Mitra Polri, Abdul Haslim, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan luar.

“Kami ingin generus usia mandiri tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga kuat iman. Kegiatan seperti ini, di alam terbuka, adalah cara kami mengemas pengajian dengan cara yang lebih menyentuh dan membumi,” jelas Haslim.

Sebagai pemateri dan penasehat, Puji Utomo menekankan bahwa terselenggaranya acara ini adalah buah dari kerja sama semua pihak dan ketulusan para panitia.

“Ini bukan sekadar acara, ini adalah amal sholeh kolektif. Kami sangat mengapresiasi partisipasi generus yang telah membantu acara ini berjalan lancar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif semacam ini. “Kegiatan ini penting untuk menumbuhkan semangat dalam penerapan 29 karakter pada diri generus, seperti kerukunan, kekompakan, kerjasama yang baik dll. Harapannya, generus bisa mengamalkan 29 karakter dan kelak menikah dengan sesama orang beriman,” tegasnya.

Penutup acara disampaikan oleh Ahmad Fauzi, yang menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan antar generus secara nyata, bukan hanya lewat media sosial.

“Tatap muka seperti ini penting. Di sinilah kita bisa mengenal satu sama lain dengan lebih jujur, lebih dalam. Ini bagian dari ikhtiar agar generus bisa memilih pasangan hidup yang tepat, dan membangun rumah tangga bersama orang yang seiman,” ucap Fauzi dengan penuh harap.

Kemah perdana Generus Usia Mandiri ini bukan hanya soal tenda di alam terbuka. Ini adalah tentang menemukan jati diri, mempererat silaturahmi, menjaga iman, dan menyiapkan masa depan.

Dengan semangat gotong – royong dan suasana yang penuh kehangatan, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal pembinaan generasi usia mandiri yang lebih luas, lebih dalam, dan lebih bermakna di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *