Nasional, Warta LDII Sulbar

LDII Polman Gelar Pengajian, Perkuat Pendidikan Karakter Generus di Era Digital

Polewali Mandar (30/8). Dalam upaya memperkuat pembinaan generasi penerus (generus), LDII Kabupaten Polewali Mandar (Polman) kembali menggelar pengajian yang kali ini dilaksanakan secara luring dan daring. Kegiatan ini merupakan yang pertama kali digelar kembali sejak pandemi Covid-19, sekaligus menjadi pengajian perdana yang diadakan pada pagi hari, setelah sebelumnya rutin dilaksanakan pada malam hari setiap bulannya.

Pengajian luring dipusatkan di studio utama, aula lantai 2 Pondok Pesantren Miftaahul Huda pada Minggu pagi (10/8). Sementara itu, secara daring kegiatan ini juga diikuti oleh generus dari 22 titik pantau yang tersebar di wilayah DPD LDII Majene, DPD LDII Mamasa dan DPD LDII Mamuju.

Peserta yang hadir merupakan ratusan generus putra dan putri, mulai dari usia kelas 3 SMP hingga usia pra-nikah, menandakan antusiasme tinggi dari generasi muda dalam mengikuti pembinaan keagamaan dan karakter.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Educational Clearing House (ECH) Bidang Pendidikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Muhammad Bashori, menjadi salah satu pemateri yang menyampaikan pentingnya pembinaan generus masa kini. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa regenerasi generus bukan sesuatu yang kebetulan ditemukan, melainkan harus diciptakan dan dipersiapkan dengan serius.

“Pendidikan karakter itu sangatlah penting bagi generasi generus agar di dalam hidupnya tetap terdapat akhlaqul karimah, sebab pendidikan karakter adalah pondasi utama bagi generasi generus dalam menghadapi gilanya akhir zaman,” ungkap Bashori.

Ia juga mengajak para orang tua untuk mengambil peran aktif dalam pendidikan anak sejak dini, “Karena kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi,” tegasnya.

Selain itu, Bashori mengingatkan pentingnya kepekaan orang tua terhadap perubahan kecil pada anak, serta menanamkan rasa nyaman di rumah agar anak dapat terbuka kepada orang tua. “Orang tua harus menanamkan pada anak bahwa rumahmu adalah surgamu,” ujarnya.

Melengkapi sesi pengajian, Sri’in Romadhona sebagai pemateri menyampaikan tantangan besar yang dihadapi generus di era digital saat ini. Menurutnya, meskipun digitalisasi membawa manfaat besar, namun juga menyimpan potensi bahaya jika tidak dibarengi dengan bimbingan karakter yang kuat. “Anak-anak kita butuh pertolongan agar tidak terjerumus ke sisi negatif dunia digital dan selamat dunia akhirat,” ujarnya.

Ia menutup dengan sebuah perumpamaan mendalam. “Generus harus bisa seperti botol yang berisi, yang tidak terombang-ambing oleh keadaan,” pungkasnya.

Kegiatan pengajian ini menjadi momentum penting dalam membina generasi muda LDII agar tumbuh menjadi pribadi yang sholeh, sholehah, dan siap menghadapi tantangan zaman, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai agama dan karakter yang kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *