Warta LDII Sulbar

Festival FORSGI 2026 Sulbar Wujudkan Generasi Paham dan Handal Berkarakter Luhur

Mamuju (2/6). Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Festival FORSGI 2026 yang dikemas dalam bentuk turnamen sepak bola usia dini. Kegiatan mengusung tema “Dengan Penerapan 29 Karakter Luhur Kita Wujudkan Generus yang Paham dan Handal untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045” dan berlangsung di Stadion Manakarra, Mamuju, Minggu (31/5).

Festival tersebut dihadiri Sekretaris PSSI Mamuju, Edi Syam, Ketua FORSGI Sulbar Bambang Cahyadi, serta pengurus FORSGI dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat. Sebanyak lebih dari 50 peserta usia 10 hingga 12 tahun ambil bagian dalam kegiatan ini dan dibagi ke dalam empat tim untuk bertanding dalam suasana kompetitif yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Ketua Panitia, Sri Pambudi, menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan sepak bola, tetapi juga sarana mempererat silaturahim antar generasi muda dan pengurus FORSGI se-Sulawesi Barat.

“Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan semangat sportivitas, kerja sama, dan fair play dalam dunia olahraga. Festival ini sekaligus menjadi ajang pencarian bakat-bakat muda yang berpotensi membawa nama baik Sulawesi Barat di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FORSGI Sulbar, Bambang Cahyadi, menegaskan bahwa FORSGI hadir sebagai wadah pembinaan generasi muda melalui olahraga sepak bola yang dipadukan dengan pembentukan karakter. Menurutnya, penerapan 29 Karakter Luhur menjadi fondasi penting dalam mencetak pemain yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga berakhlak mulia.

“Di dalam 29 Karakter Luhur terdapat enam thobiat luhur, yaitu jujur, amanah, mujhid-muzhid, rukun, kompak, dan mampu bekerja sama dengan baik. Karakter-karakter inilah yang harus dimiliki oleh setiap pemain sepak bola,” ungkap Bambang.

Ia menambahkan, pembinaan sepak bola usia dini akan lebih optimal apabila dibarengi dengan pendidikan karakter yang kuat. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya siap berprestasi di lapangan, tetapi juga mampu menjadi teladan di lingkungan masyarakat.

Di sisi lain, Sekretaris PSSI Mamuju, Edi Syam, mengaku baru pertama kali mengenal FORSGI secara lebih dekat. Ia mengapresiasi konsep pembinaan yang mengintegrasikan olahraga dan pendidikan karakter, serta berharap FORSGI terus berkembang di Sulawesi Barat.

“Mudah-mudahan FORSGI di Sulawesi Barat dapat menjadi lebih besar dan menjadi wadah menambah jam terbang bagi anak-anak usia 10 hingga 12 tahun. Kehadiran FORSGI sangat membantu PSSI dalam pembinaan sepak bola usia dini,” tuturnya.

Melalui Festival FORSGI 2026, semangat pembinaan generasi muda tidak hanya diwujudkan melalui kompetisi sepak bola, tetapi juga melalui penanaman nilai-nilai karakter luhur yang menjadi bekal penting bagi masa depan. Diharapkan kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang paham, handal, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui prestasi dan karakter yang unggul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *