Warta LDII Sulbar

Lewat Pengajian “GOSTING”, LDII Majene Bangkitkan Semangat Mengaji Generasi Muda di Tengah Kegelisahan Zaman

Majene (26/1). Di tengah kegelisahan generasi muda yang kian sering dilanda kecemasan dan overthinking, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Majene menghadirkan ruang pembinaan melalui pengajian bertajuk “GOSTING: Gas Ayoo Ngaji, Tanpa Overthinking”. Kegiatan ini digelar pada jumat malam (23/01) di Masjid Baitul A’la dan diikuti oleh generasi muda LDII dari berbagai wilayah di Kabupaten Majene.

Pengajian ini menjadi bagian dari upaya LDII Kabupaten Majene untuk menguatkan mental dan spiritual generasi penerus LDII dalam menghadapi tantangan akhir zaman. Di tengah realitas sosial yang sarat tekanan dan ketidakpastian, kegiatan ini diharapkan menjadi tempat bagi generasi muda untuk kembali menemukan arah dan ketenangan melalui ilmu agama.

Tema “GOSTING” dipilih karena dinilai relevan dengan kondisi generasi masa kini yang kerap diliputi kecemasan dan pikiran berlebihan terhadap berbagai persoalan di luar kendali manusia. Melalui pengajian ini, peserta diarahkan untuk memahami bahwa ketenangan sejati lahir dari ikhtiar yang diiringi dengan tawakal kepada Allah.

Rangkaian pengajian disampaikan melalui tiga materi utama, yaitu kajian Al-Qur’an, kajian Al-Hadis, dan nasihat agama. Pada sesi kajian Al-Qur’an, peserta mengkaji makna dan keterangan dari Surat Ali Imran ayat 159 yang menjelaskan tentang pentingnya bertawakal kepada Allah setelah melakukan ikhtiar secara maksimal.

Dalam penyampaiannya, pemateri Al-Qur’an, Nirmala Ayuningtyas, menegaskan bahwa manusia tidak seharusnya menggantungkan harapan kepada sesama, melainkan kepada Allah SWT.

“Jangan terlalu bergantung pada manusia. Apa pun itu, gantungkanlah kepada Allah. Kita doakan, kita usahakan, lalu kita pasrahkan kepada Allah. We don’t have to be overthinking for anything. One thing that we have to do is always trust in Allah’s plan”, tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak larut dalam kecemasan berlebihan terhadap hal-hal yang berada di luar kendali mereka.

Sementara itu, pada sesi kajian Al-Hadis, peserta mengkaji kandungan hadis yang membahas tentang keindahan surga sebagai tujuan akhir kehidupan orang beriman.

Dalam penyampaiannya, pemateri Al-Hadis,Teguh Setiawan, menyampaikan, generasi muda agar tetap bersungguh-sungguh menjaga keimanan di tengah tantangan zaman. “Meskipun kita hidup di zaman akhir seperti ini, kita termasuk umat yang mengherankan keimanannya dibandingkan umat pada masa Nabi. Karena kita hanya menjumpai dua pedoman, yaitu Al-Qur’an dan hadis, tetapi tetap mampu menerimanya”, jelasnya.

Pada sesi akhir kegiatan, Ketua DPD LDII Kabupaten Majene, Awaludin, menyampaikan nasihat penutup yang menekankan pentingnya memanfaatkan masa muda dengan kesungguhan dalam mengaji dan memperdalam ilmu agama sebagai bekal menghadapi akhir zaman. “Masa muda merupakan fase penting untuk membangun fondasi keimanan yang kuat melalui kedekatan dengan Al-Qur’an dan sunnah”, ujarnya.

Melalui pengajian bertema “GOSTING” ini, LDII Kabupaten Majene berharap generasi penerus LDII tidak hanya semakin kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga mampu menghadapi kegelisahan hidup dengan sikap tawakal, ketenangan batin, dan semangat mengaji yang terus terjaga sebagai bekal menjalani kehidupan di tengah tantangan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *