Warta LDII Sulbar

MUI Pasangkayu Apresiasi LDII dalam Safari Ramadan 1447 H

Pasangkayu (24/2). Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pasangkayu, KH Maslim Halimin, menggelar Safari Ramadan dengan mengunjungi Dewan Pimpinan Daerah LDII di Masjid Babul Jannah, Pasangkayu, pada Senin (24/2). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda silaturahmi MUI dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat sinergi antarorganisasi keagamaan di wilayah Kabupaten Pasangkayu selama bulan suci Ramadan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD LDII Kabupaten Pasangkayu, Lukman Efendi, beserta jajaran pengurus harian dan sejumlah Ketua Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kabupaten Pasangkayu. Kehadiran para pengurus tersebut menunjukkan komitmen LDII dalam menyambut baik kunjungan Safari Ramadan MUI sebagai momentum mempererat koordinasi dan kebersamaan dalam membina umat.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kabupaten Pasangkayu menyampaikan apresiasi atas peran aktif LDII dalam membina keagamaan masyarakat. Ia menilai bahwa kontribusi LDII dalam dakwah, pendidikan keagamaan, serta pembinaan generasi muda telah membantu memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat Pasangkayu. Menurutnya, kolaborasi antara MUI dan ormas Islam sangat penting untuk menjaga stabilitas dan keharmonisan kehidupan beragama.

Ketua MUI Pasangkayu Dr. KH. Maslim Halimin, S.Ag., M.A. saat memberikan tausiyah. Foto: LINES

Selain itu, MUI juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan produk berlabel halal. Ia menekankan bahwa umat Islam Indonesia dikenal sebagai konsumen produk halal terbesar, sehingga penting untuk memastikan kehalalan produk yang dikonsumsi. Terlebih lagi, bagi masyarakat yang selama ini sudah berhati-hati, diharapkan tetap konsisten, apalagi bagi yang belum, agar semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap kehalalan produk.

Dalam tausiyahnya, Ketua MUI juga menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengajarkan agama dan akhlak kepada anak-anak sejak dini. Pendidikan agama yang kuat di lingkungan keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai Islam yang kokoh.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga tali persaudaraan (ukhuwah) di antara sesama umat Islam, khususnya antarorganisasi kemasyarakatan Islam. Perbedaan pandangan dan metode dakwah adalah hal yang wajar dalam kehidupan berorganisasi, namun perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk bersikap kaku apalagi sampai menimbulkan permusuhan. Justru perbedaan harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dalam membangun umat.

Suasana Safari Ramadan MUI Pasangkayu di Masjid Babul Jannah. Foto: LINES

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa terdapat dua godaan utama yang senantiasa dihadapi manusia, yakni godaan dari setan dan dari manusia (annas). Oleh karena itu, setiap individu harus memperkuat iman, memperbanyak ibadah, serta menjaga lingkungan pergaulan agar tetap berada dalam koridor ajaran Islam.

Menutup tausiyahnya, Ketua MUI mengajak seluruh umat Islam untuk menunaikan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal (zakat harta), sebagai bentuk kepedulian sosial dan penyucian harta. Ia menambahkan bahwa dalam kondisi harga komoditas seperti sawit yang sedang meningkat, kewajiban zakat harus semakin diperhatikan agar keberkahan harta dapat diraih dan kesejahteraan umat semakin terwujud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *